Hei (Bad) Mood !!, ┒('o'┒) Loe, (┌','┐) Gue = ┒(⌣˛⌣)┎ End...

Minggu, Januari 22, 2012 Kun Ken 3 Comments


“Aduh, lagi nggak mood nih”
“Hasilnya jelek ya, waktu itu lagi bad mood sih”
Pernah keluar pernyataan seperti diatas (saya juga pernah kok xixixi) baik ketika mau melakukan sesuatu entah itu menulis atau apapun deh. pernyataan ini secara tidak sadar menunjukan bahwa mood (suasana hati) seolah menjadi pengendali kita ya, bukannya kita yang mengendalikannya. Bahkan, sesekali mood menjadi kambing hitam—seperti pernyataan diatas. Dalam hal menulis, tentu mood ini cukup meresahkan juga ya (masa harus nunggu mood mulu sedangkan deadline udah mepet). So….
Mengapa ada orang yang bisa melahirkan tulisan hampir setiap hari?
Mengapa pula ada orang yang menelurkan sekali tulisan, lalu setelahnya berhenti?
Dan, mengapa pula ada yang jago memelihara keinginan menulisnya tapi tak satu pun karya dihasilkan (kagak dieksekusi)?   
Mungkin saja mood menjadi alasan mengapa kita menjadi sulit mengeksekusi ide menjadi tulisan. Tapi, ada resep yang bisa bikin mood kelepek-kelepek lho. salah satu rahasia yang membedakan pertanyaan diatas adalah komitmen. Yes Komitmen akan menghebatkan mood kita—bahkan mengalahkan bad mood alias kita lah penguasa jagat mood cie elah. Dan, komitmen berangkat dari cara kita memandang sesuatu—dalam hal ini menulis.
Lalu, kenapa kun ken menulis?
Menulis adalah aktivitas yang membijakan
Menulis adalah petualangan imajiner yang keren dan seru
Menulis adalah cara bersyukur pada Tuhan
Menulis adalah cara mengamalkan ilmu
Menulis adalah aktivitas seorang pembelajar
Menulis adalah salah satu sumber kebahagiaan, kegermbiraan dan kebanggaan
Menulis adalah cara unik dan spesial dalam berekspresi
Menulis adalah pembacok kemalasan dan beban batin
Menulis adalah pilihan hidup dan tugas mulia
Menulis adalah cara agar hidup bergairah
Menulis adalah cara membuat warisan sebelum jiwa mudik ke asalnya


So, jadilah penguasa mood kita sendiri. Ayo menulis. Dan katakan Hei (Bad) Mood!!, ('o') Loe, (┌','┐) Gue = (˛) End... 

 

3 komentar:

Cara agar Code Script tampil apa adanya di postingan Blogspot

Jumat, Januari 13, 2012 Kun Ken 6 Comments


             Baru selesai masalah Readmore otomatis mengganggu halaman statisku eeh ada masalah lagi (sebenarnya sih ini lupa saja hehe)..Ya, code script yang di pasang di entri/postingan malah ditafsirkan oleh blog (setelah di terbitkan postingannya). tapi nggak usah khawatir lur saya cuma lupa aja. lalu bagaimana penawarnya? langsung cekidot..

1. Login blognya, lalu ke "pengaturan/setelan", lalu ke "pilih editor entri" (ada di dibawah-di setelan global), dan pilih "editor yang dimutakhirkan (disarankan)"

2. Selanjutnya, klik "Simpan Setelan"

3. Siap-saip masukan code script seperti melakukan tulisan di entri

4. Pilih "Posting" lalu "Entri Baru"

5. Pilih /Klik "Post Option" (ada dibawah, pas dibawah kotak label)

6. pada "Setelan Tulis" klik "Tunjukan HTML apa adanya"

Sudah deh...langsung bisa memposting tulisan dengan code script yang ada adanya alias tanpa ditafsirkan..nice euy..smoga bermanfaat

Sumber gambar (gambar hanya pendukung/tambahan saja): http://indie-id.blogspot.com/2011/11/script-dead-man-walking.html

6 komentar:

Readmore Otomatis Mengganggu Halaman Statis di Blog

Jumat, Januari 13, 2012 Kun Ken 0 Comments


             Merasa Aneh ketika membuka halaman statis di blog karkunkenang.blogspot.com/ seperti halaman karkunkenang?, Kun Ken ?, Contact, dan FAQ (sekarang sudah oke lho)..ya, ada masalah karena skrip readmore otomatis juga masuk ke halaman statis dan cukup menggangu. alih-alih ternyata hanya bisa dibaca satu paragrap karena readmore error (tak bisa masuk secara penuh) di halaman statis...lalu bagaimana penawarnya (kayak film yoko aja cari penawar racun)..oke cekidot... nice euy..

1. Login ke account blogger dengan id dan username anda. Lalu masuk ke halaman Editor HTML blogger dan jangan lupa centangan pada tulisan Expand Template Widget


2. Cari kode yang mirip seperti kode dibawah ini (Ctrl-F saja biar cepat lur):

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);
</script>
<span class='rmlink' style='float:right;padding-top:20px;'>
<a expr:href='data:post.url'>&#187;&#187;&#160;&#160;READMORE...</a></span>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><data:post.body/></b:if>


3. Tambahkan kode dibawah ini diatas kode berwarna merah

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>
<data:post.body/>
<b:else/>
 
4. Tambah kode dibawah ini di bawah kode yang berwarna biru 

</b:if>

5. Save Template
kelar dah..dan perhatikan apa yang terjadi hehe.....semoga bermanfaat...halaman statisku sekarang tak seperti dulu lagi yeah...nice euy

0 komentar:

Surat Cinta 11 Januari 2012

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 2 Comments


           Untuk sahabat maupun kerabat. Tumpahlah  terima kasih  atas doa seindah cendrawasih. Doa atas kebaikanku di tanggal spesial. Tanggal pertama aku menangis tanpa air mata dan menghirup nafas bersama orang-orang tercinta.
           Sebelas Januari, bagi penyuka musik mungkin akan berasosiasi dengan sebuah judul lagu, bagi ahli kesehatan mungkin akan mengasosiasikan  dengan hari pertama penggunaan insulin untuk diabetes, Atau bagi pemerhati budaya jepang akan berasosiasi dengan Kagami-Biraki (Festival Kue Beras). bagiku tanggal ini begitu penting. selain sebagai tanggal yang tertanda di akta kelahiran juga sebagai hari ibu dan bapak.
           Biasanya di tanggal ini, aku menghubungi ibu (jika jauh dari rumah), sekedar "memasukan" beberapa kata ke telinganya. tentang keadaan keluarga, permohonan maaf atas kelakuan yang tak kunjung membaik, dan ucapan terima kasih atas sandaran yang tak pernah goyah. tapi tidak untuk ini, karena tidak bisa.
           Begitu banyak cara ibu membuat anaknya nyaman dan bahagia. saat sibuk mengolah nasi (ngakeul) dengan tangannya, masih sempatnya ibu membuatkan nasi kepal (keupeul) untuk anaknya. hingga jadilah kebiasaan saat nasi matang dan siap diakeul adalah saat menyantap nasi kepal seperti Onigiri hanya saja isinya garam. sungguh aku rindu masa-masa itu. Entah masih ada tidak kebiasaan nasi kepal itu. Maklum, rice cooker telah menggeser gaya tradisional membuat nasi. Gaya yang kadang-kadang melibatkan kasih ibu dan anak dalam prosesnya—mulai dari pencarian gabah dan batu kecil dalam beras, menyalakan perapian sampai pendinginan yang khas.
           Hebat ya ibu, saat proses memasak sempat-sempatnya bershalawat dan dzikir (bagaimana tidak berkah setiap nasi dan lauknya berkolaborasi dengan doa kebaikan), begitu juga saat mengurut kaki yang bodoh bermain bola pun sempat berkomat-kamit berdoa, sempat juga melantunkan jampe-jampe untuk memandikanku saat bayi yang sampai saat ini masih saja ingat.. 

Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Geura gede geura jangkung
Geura sakola ka Bandung
Geura makayakeun indung
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Geura gede geura jangkung
Geura bisa talang tulung
Ka bapa reujeung ka indung
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Geura gede geura jangkung
Geura sakola sing jucung
Manggih kapusing tong bingung

Artinya

Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Cepat besar cepat tinggi
Agar dapat bersekolah di Bandung
Agar dapat berterimakasih kepada ibu
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Cepat besar cepat tinggi
Agar cepat dapat menolong
Kepada bapak dan ibu
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Cepat besar cepat tinggi
Cepat sekolah hingga selesai
Mendapat masalah jangan bingung


          Rindu ya masa-masa itu, sampai-sampai  kawih diatas aku plesetkan menjadi sebagai berikut.

Geura Gede, Geura bangor
Geura sakola ka Jatinangor

          Urusan sempat-menyempatkan, di akhir nafasnya masih saja ibuku hebat sampai malu dan sedih aku dibuatnya. Ya,, ibu masih sempat menahan rasa sakitnya yang sangat (entah seperti apa kangker yang menggerogotinya itu) hanya untuk menunggu anak terakhirnya melihat ibunya masih keadaan bernafas walau tak sadar dan tak bisa melihat. Langsung dari Jatinangor ke Jakarta tanpa banyak basa-basi aku menjenguk ibu, maklum aku punya track record jelek sebalumnya ketika menjenguk ibu…
            Sebelumnya memang aku dikecam oleh kakakku, atas keterlambatan berkumpul dengan keluarga di rumah sakit bandung. Alasan apapun sepertinya percuma, sidang praktikum yang terlalu sore, dan urusan lain hingga aku baru bisa berangkat jam 10 malam menggunakan sepeda Jatinangor-Bandung—perjalanan yang gila …ya kiranya engkau tahu cerita ini pernah ditulis di catatan fb yang sudah ku hapus..pokoknya kesal, sedih, malu bercampur.
             Kembali ke rumah sakit yang di Jakarta, saya datang dan menjengkuk (ruangan tertutup hanya ada pasien-pasien—mungkin HSU)  hanya sebentar bahkan untuk berdoa dihadapannya pun tak sempat (petugas mengusir). Pertemuan yang sebentar ya, mungkin waktu itu ibu tahu saya sudah datang dan merasakan anaknya baik-baik saja. itulah menit-menit  terakhir ibu terjaga nafasnya yang tiada lain menunggu anak terakhir yang datang terakhir. Heninglah jumat pagi  6 November 2010…
             Banyak hal yang lucu,konyol dan menyenangkan saat bersama ibu. Yang paling konyol adalah ketika perpisahan SMA  di Gedung Sigrong, saking senangnya aku lulus aku meninggalkan ibu disana dan baru ingat setelah sore hari sampai dirumah. Dan ibu sudah disana….
             Di tanggal ini pula aku mohon maaf kepada bapak karena sampai saat ini masih saja menyusahkannya seperti ketika kecil. Bapak bersusah payah memenuhi hak kita supaya bisa sama seperti anak yang lain. Mempunyai buku dan menulis disekolah, mendapat hak yang sama memiliki sepatu, tas, seragam untuk pergi kesekolah dan lainnya yang kadang entah mungkin uang untuk keperluanku bapak cari dengan pinjam sana sini mungkin. Intinya agar aku bahagia dan nyaman.
             Banyak hal yang aku renungkan dalam kehidupan bersama keluarga. salah satunya yaitu Jangan marah atau kesal ketika diingatkan/diajak ibadah atau kebaikan oleh orang lain, karena mungkin itu doa orang tua, sahabat, guru dan kerabat yang tercurah melalui media orang lain yang mengingatkanku. Doa ibu yang ingin anaknya sholeh, lalu “dikirimlah” saudara-saudara disekitar yang mengingatkan tentang sebab-sebab kesolehan..
             Sekali lagi terima kasih kepada Ibu, Bapak, Kakak-kakakku beserta keluarga yang telah menyokong sampai saat ini. Begitu jega teman-teman yang tidak pernah merasa bosan mengingatkan walau itu hanya berupa emoticon senyuman…emoga Allah SWT memberkati usia kita semua…amiin


            Anyone can make you smile or cry, but it takes someone special to make you smile when you already have tears in your eyes.
            Siapa pun bisa membuat kita tersenyum atau menitikkan air mata, tapi hanya orang yg sangat berarti yg bisa membuat kita kita tersenyum sambil menitikkan air mata.

(Kun Ken 110112, Dengan atau tanpa orang yang kita cintai, hidup mesti tetap dijalani.)
*sumber gambar : Flickr

2 komentar:

Kumpulan Lagu Tentang Ibu versi karKUNKENang

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 2 Comments


Hello...dulu-dulur semua. semoga kesehatan dan kebaikan menjadi sahabat kita hari ini ya...
niatnya mau bagi-bagi lagu tentang ibu nih..ya tentunya versi saya (yang sering saya putar di AIM player)

yu. Check it Out alias Cekidot...agar lebih nice euy saya tambahkan link dari youtube ok..

1. SAEMO - Mother
 
2. Exist - Untukmu Ibu

3. Kiroro - Mirae
 

4. Parichay - MAA (Mother Are Awesome)


5. Pinochio - I love you mom

6. Iwan Fals - Ibu
 

7. Melly Goeslaw - Bunda

8. Sami Yusuf - Mother

9. Ahmed Abu-Khater - Ummi (My Mother)

10. Haddad Alwi feat Farhan - Ibu

11. Sule - Senyumlah Ibu
 

12. Lagu Anak - Kasih Ibu



13. Rafly - Lagu Ibu

14. Sasi - Kembalilah Ibu (Kisah nyata)

15. Aisyah - Surga Ditelapak Kaki Ibu


Sebenarnya masih banyak  ya lagu tentang ibu...cuma kagak ketemu di youtube...tp format mp3 banyak..
seperti :
Surga di Telapak Kaki Ibu (Qoshidah NASIDA RIA), Lagu untuk Ibu (Dik Doank), Surat untuk ibu (Thufail Algifari), , Mama (Eddy Silitonga), Untukmu Ibu (Exist), Ibu (Iwan FalMelly G), Satu Rindu (Opick n Amanda), Ibu (Haddad Alwi feat FaSami Yusuf), Ummi (Haddad Alwi), Mama (Spice II Men), Ibu (Hawari), Pesona Potretmu (Ada Band), Ibu (Zulfan), Mother (SEAMO), Mirae (Kiroro), Kasih Ibu (Burn), Lagu Untuk Ibu (Brother), Bunda (El Hilal), Air Mata Ibu (Keronc Kakimu (Gita Gutawa), Katresna ibu (The Rijntzan’s), Ibu (Goliath), OST Hafalan Shalat DELISA - Lagu Ibu (Rafly n Chantiq),I Love You Mom (Pinocchio), Kasih Ibu (Tety kadi), MAA (Parichay),Sweet Mother (Prince Ni Spin), Bunda(Naff), Ibu (Kitting), Kasih Ibu (Jamal her How are You Today (Maywood)

downloadnya gimana?, gampang baca saja hehe http://karkunkenang.blogspot.com/2012/01/trik-searching-efektif-file-apapun-di.html 

2 komentar:

Regresi Kesakralan Magrib

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 0 Comments

          Dirasakan atau tidak bagiku ada pergeseran aktivitas di masa kini khususnya masa magrib. Teringat kala senja ada salah satu budaya di kampungku Kuningan. Budaya yang mungkin saat kita kecil pernah merasakannya juga. Ya, kesakralan magrib sebutku masa itu. Bermula dari kebiasaan menjelang magrib ketika asyiknya anak-anak bermain tanpa deadline harus distop oleh kakak-kakak mereka seraya mengingatkan adanya pergantian pemain langit antara matahari dengan bulan. Kakak-kakak penjemput  seolah menjadi tugas mulia untuk menyelamatkan adiknya dari lupa waktu.

         Senja bergulir, babak sakral telah tiba. Masuk magrib biasanya akan ada “pesta” kesakralan untuk menyempatkan diri perform ketaatan. Ada pengajian anak-anak di rumah maupun mushala, begitu juga anggota kelurga di kediaman masing-masing. Masa sakral tersebut mampu mengalahkan TV mereka, Radio mereka, dan lainnya—mungkin ketika itu acara radio dan TV masih kurang menarik dan chanelnya cuma sedikit.  Kegiatan sakral penuh ketaatan bertahan hingga Isya.

         Turunnya level sakral magrib dapat dirasakan. Wow!! Anak-anak sebelum senja sudah dirumahnya masing-masing tanpa dijemput kakak-kakaknya. Sepertinya mereka sudah belajar tentang deadline dan menyempatkan diri.  Tapi, deadline dan menyempatkan diri ini bukan untuk kebiasaan keluarga dimanapun berada untuk sekedar ber”pesta”  sedia kala. Ibadah shalat mungkin terlaksana tapi rangkaian pesta usai sebelum rundown berjalan semua. Semua anggota keluarga seolah terhipnotis oleh satu mata berbentuk kotak dengan bejibunnya chanel dengan acara unggulan.
           Mega Sinetron yang mengulek-ngulek emosi, Drama Asia—biasanya koreaan, Nipu n Nipi yang betul-betul-betul, konyolnya kotak spon kuning, dan acara lainnya kini menggeser korden magrib dengan kesakralannya dan telah manghipnotis semua anggota keluarga. Sebelumnya juga yang memaksa mata murangkalih dan remaja kita adalah Narutho—dibaca sesuai makhraj ya. Saya pun pernah merasakan saat anak-anak gitu deh. Senja dulu yang menarik perhatian dengan Tsubasa Ozo lali—ehh Ozora.  Kegiatan ngaji yang rutin menjadi berlabel “engke heula” atau “engke wae”.

           Ini hanya soal kesempatan. Mungkin lebih tepatnya soal sempat—waktu luang—dan  sehat. Kalau kita bisa menyempatkan berjam-jam untuk suatu hal, kenapa yang lain dan  lebih manfaat tidak bisa. hiburan boleh saja tapi jangan berlebihan aja. Semua sikap yang dilakukan adalah pilihan masing-masing. Bijak mengelola waktu luang dan ketika sehat adalah pribadi yang beruntung. Jangan katakan sibuk dan menyalahkan tak ada waktu. Waktu selalu ada, sedangkan yang tidak ada adalah sikap dan mental menyempatkan diri.

.......
          Luangkanlah Sejenak detik dalam hidupmu
          Berikanlah rindumu pada denting waktu
          Luangkanlah sejenak detik dalam sibukmu
          Dan lihatlah warna kemesraan dan cinta
          (Letto; Sejenak)

          Wallahu'alam, semoga bermanfaat dan semoga kita bagian dari pribadi yang menyempatkan diri untuk kebaikan.

                                                                                         ***
Kun Ken , Ketika nyanyian letto berjudul Sejenak berduet dengan kicau burung pagi. dan sedang menyempatkan diri menulis untuk mengganti tidur ba’da Shubuh. (15 Februari 2011)

0 komentar:

Hikmah Penelitian Keempat

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 0 Comments

            Sudah kali keempat  aku berganti Penelitian. Hampir ketiganya merupakan faktor lapangan—alesan, padahal faktor pribadi juga kalee.  Ya, penelitian keempat yang sudah terencana itu berhenti, padahal penelitian ini tadinya jadi andalan aku halah. Maksud hati tulisan ini untuk berbagi inspirasi dan hikmah dari fenomena penelitian.          “Wahh..aku Kaget!!!” gaya sule sambil mengangkat tangan setinggi leher layaknya takbiraturihram.
           Aku harap ekspresi yang keluar tidak seperti sule saat kaget  mendengar kisah ini. karena bisa saja dibelakang  anda Sang dalang sudah siap memasukan steropoem pada mulut yang menganga.  Penelitian ini berjudul  “Perilaku Anak Sebelum Dan Sesudah Melakukan Sodomi Di ……”  maaf untuk keamanan dan keselamatan penulis nama tempat dihilangkan hehehe.
           Fenomena  ini sudah diobrolkan dengan beberapa dosen yang kompeten di bidang masalah sosial dan penyimpangan seks terutama anak. Kala itu beberapa dosen dibuat kaget oleh ceritaku sayang aku lupa bawa stereopoem—haduh, maaf jadi OVJ mulu. Banyak pelajaran dan masukan dari dosen terkait fenomena tersebut.
          “Seperti apa.. fenomena yang terjadi?” suara khas insvestigasi selebritis sebelum iklan menunggu giliran.


           Mungkin fenomena orang tua menyodomi anak sudah terbiasa terdengar di media. Tapi, apa jadinya jika yang terjadi adalah sodomi/anal seks antar sesama anak sepermainan. Astagfirullah. Berawal dari pencarian klien ketiga untuk praktikum Mikro (pengembangan diri/konsultasi psikis) dari diskusi dengan warga eh malah masuk masalah ini. Aku sebenarnya salut dengan keinginan warga desa tempat penelitian untuk melakukan perubahan secara mandiri dengan tidak mengambil ranah hukum dan polisi.

           Ranah yang diambil adalah moderat. Bagaimana pihak korban tidak dirugikan begitu juga pihak lainnya. sebenarnya penelitian ini berisiko lho! Nggak boleh ketahuan media. Dosen juga menyarankan agar tidak melibatkan komnasham anak karena korban pasti tertekan dengan media dan segala pengikutnya. Bisa jadi tersangka.
           Semua pelaku (baca : anak) kami disana lebih enak/suka melabeli mereka dengan sebutan korban. Ya, walaupun dari penuturan semua informan akan menjurus pada satu tersangka atau inisiator pergerakan—maaf agak lebay.  Dengan alasan jika ada tersangka yang ditonjolkan akan banyak ketegangan dan tekanan baik di masyarakat maupun keluarganya.
          Dari obrolan bersama tokoh masyarakat, beberapa keluarga korban dan warga lainnya banyak informasi penting yang didapat walaupun belum sepenuhnya sampai pada hal spesifik yaitu perilaku anak.  Ya, obrolan jam 8 malam sampai jam 2 malam bikin pusing kepalaku apalagi suasana tempat yang prikitiew dinginnya. Obrolan itu antara lain;
          Pertama adalah faktor keteledoran orang tua. Dalam obrolan itu disampaikan adanya keteledoran orang tua menyimpan album ariel terbaru di Handphonenya lalu anaknya melihat album tersebut. Juga keteledoran dalam hal pengawasan dan pengelolaan kecendurungan sikap anak.
          Kedua adalah faktor teknologi. Siapa yang tak kaget—kaget lagi—jika anak SD bermain internet sampai pukul 3 malam. Potensi pornografi tentu bisa terjadi. Termasuk Handphone juga.
Ketiga adalah faktor ekonomi. Kebanyakan disana rumahnya berkamar satu dan dua. Mungkin saja anak yang sekamar bersama ortunya tidak sengaja melihat pembuatan album kompilasi.
Itulah obrolan singkat sebelum penelitian mendalam aku lakukan. Jika disimak banyak kasus lain juga. Mungkin bisa dikatakan anak2nya sodomi, remajanya nikah muda (nikah paksa oleh warga karena adanya  laki2(smp) “kecelakaan“ pada Perempuan(sma)),dan belum lagi istri muda (dari beberapa ortu yg anaknya korban sodomi) yang dikunjungi suaminya seminggu sekali. Weleh-weleh.
          Kembali ke korban. Korban yang teridentifikasi baru tujuh anak. Kenapa saya katakan “baru”. Ya, ini semacam teori gunung es hanya terlihat kecil puncaknya sedang besar dibawahnya. Mungkin pergerakan mereka—kaya politik waenya—di Sekolahnya, di daerah lain juga terjadi sehingga korban bisa saja lebih dari tujuh.
          Lalu apa yang membuat penelitian ini tutup akun. Begini ceritanya, sebulan lebih aku tidak kembali karena mengurus praktikum mikro tentang klien yang fobia nasi dan fobia sosial dan KRSan. Kondisi berubah dan semakin kompleks. Banyak fitnah terjadi baik masalah komunikasi dan hal tuduh menuduh tersangka—maklum ortu mana sih yang mau anaknya salah, walau salah pasi ortu membela—belum lagi pendidikan seks dan parenting ortu disana yang perlu dibenahi karena inilah penyebab melempemnya kekompakan mereka untuk membereskan kasus ini.
           Disana terjadi dua kubu. Satu kubu yang ingin adanya treatment dan satu kubu ogah-ogahan. Dan paling kuat adalah kubu ogah-ogahan. Kubu ini lebih suka membiarkan masalah karena nanti juga hilang sendiri, dan beberapa ortu korban juga ada yang bilang “alhamdulillah anak saya mah Cuma diginiin doank” parah ya. Masalah menjadi kompleks bukan hanya perilaku anaknya saja tapi masalah komunikasi warga, pendidikan dan pengasuhan ortu, kesadaran, konflik antar tokoh deelel. Bahkan beberapa tokoh mengundurkan diri dari jabatannya seperti ketua DKM. maklum beberapa tokoh masyarakat anaknya juga jadi korban sehingga niat baik manjadi konflik . tentu, bagi aku penelitian tak akan berjalan mulus karena yang dominan adalah kubu ogah-ogahan dan menjadi sangat sulit ketika semangat para pengubah keadaan yang buruk ikut menjadi buruk mungkin jika diteruskan penelitian akan meruncing konflik. Nggak enak dan resiko makin nambah.
           Begitulah fenomena yang telah membuat kaget saya, dosen dan mengkin anda. Semua terjadi karena korban keteledoran ortu, korban teknologi, dan korban lingkungan tak terjaga.
Kita tahu masa perkembangan anak adalah hal penting untuk mengajarkan hal bermanfaat dan melakukan pengawasan yang dinamis. Seperti tadi, jika anak melakukan sodomi dan ortu membiarkannya.  Maka, apa yang terjadi pada masa depan mereka? Bagiku Ini menyangkut akal bawah sadar yang menyimpan file-file apapun baik pikiran negatif maupun positif. Ketika anak beranjak dewasa lalu nafsu yang tidak terkelola dengan baik ingin melampiaskan sedang objek pelampiasan tak ada mungkin yang ada akan terjadi atau memakai KEKERASAN dari nafsu liar tersebut.
           Walaupun tidak jadi penelitiannya. Alhamdulillah terima kasih kepada dosen dan warga yang telah berbagi sehingga menambah pengalaman bermasyarakat, bagaimana bijak mengahadapi masalah, bagaimana pengasuhan/parenting yang bijak tanpa harus membuat anak merasa tertekan (dalam hal ini bertanya /berbagi bersama anak tanpa membuat anak merasa bersalah) dan hal bejibun hal lainnya
          Semoga jadi manfaat dan pelajaran berharga dari fenomena diatas. Dan semoga anak-anak indonesia dihindarkan dari hal-hal yang menjerumuskan masa depan mereka..amiin


Disana gunung, di sini gunung
Ditengah-tengahnya pulau sulawesi
Penulisnya bingung, pembacanya bingung
Yang penting judul penelitian ganti lagi
Opera van java!!
Yaaaaa hiks hiks….

Wallahu’alam…
                                                                                       ***
Kun Ken. (16 Februari 2011) Pelampiasan sebelum berangkat ke gudang Artileri Ilmu alias Perpus kampus untuk menambang bahan penelitian kelima.

0 komentar:

Celoteh dalam Saku

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 1 Comments


           Pagi siap berlari. Jam sibuk masih pemanasan. Menu pembuka tengah disantap. Menu sebelum beraktivitas namanya berhias. Dandan serempak walau tak janjian. Itulah yang biasa dilakukan manusia. Tidak ketinggalan lelaki berbadan gempal sedang pasang kemeja tumpal. Pikirnya, supaya tambah elegan menemani celana bahan. Suapan terakhir menu pembuka adalah mengambil pena lalu memasang di saku dadanya.
          “Hei..Who are you?” tanya Pena yang baru masuk saku dengan kepala menonjol keluar.
Amplop gemuk yang sedari tadi menyesaki saku kemeja menoleh “Saya Amplop. Anda siapa ya?” Amplop merapihkan posisinya yang dilipat dua dalam saku.
          “I am Pen. Yang paling berkuasa dan biasa ngetem disini,” angkuh Pena sambil menyilaukan warna peraknya pada Amplop. “Apa gerangan you berada di saku majikanku?”
          “Saya juga kagak tahu. Tugas saya cuma melayani aja,” Amplop mengangguk dan tersenyum seolah sedang menghadapi pelanggan.
          “Serve?”
           Amplop sedikit meniru gaya Pena. “Yes, bisa juga pelayan jasa.”
          “Maksudnya, melayani apa Envelope?”
          “Apa aja, sesuai pemilik saya dan apa yang dimasukan pada kantong saya,” Amplop menerangkan masih sambil senyum-senyum. “Karena saya diciptakan melayani maka sikap dan perkataan saya. Ya, Asal bapak senang” Tambah Amplop.
          Pena hanya nyengir tanpa bersuara menanggapi presentasi Amplop. Saat bersamaan saku sedikit bergoyang. Pena sedikit mengintip keluar saku. Sang majikan masuk mobil dinas mahalnya.
          “Boleh saya bertanya Mister Pen?”
          “Up to you.. Silakan,” Pena perak itu masih mengintip keluar saat ditanya Amplop.
          “Nampaknya anda bukan asli Indonesia, bicara selalu ada asingnya?”
           Pena sudah tidak mengintip keluar dan sedang bergerak ke posisinya. Posisi di pojok kanan saku dekat garis kancing kemeja. “You are right. Saya lahir di Swiss. Tapi lama di Inggris.”
          “Kok, anda bisa sampai Indonesia?”
          “Saya dibeli pejabat Indonesia ini di Inggris,” Pena menunjuk muka majikan yang berada di atasnya. Dari dalam saku terlihat dagu dan lubang hidung yang tertutup rimbunnya kumis.
           “Ngapain beliau di Inggris?” tanya Amplop yang masih memandang majikannya Pena.
           “Katanya sih studi banding alias kunjungan kerja.”
           “Oooh..” mulut Amplop membulat. Pelesiran kali ya batinnya menambahkan. “Sorry nih, berapa majikan ini membeli anda?”
           “500 Poundsterling.”
           “Wiiii…Kontan!” mata Amplop membelalak.
           “Yes..Spot Cash,” Pena membalas senyum dengan sisi bibir naik sebelah.
           Saku kembali bergoyang. Sekarang agak lama saku terombang-ambing. Pena yang tadi lepas tangan langsung berpegangan. Amplop pun setali tiga uang. Pena penasaran dengan keadaan. Ngintip lagi. Pena melihat sekeliling.
           Sudah akrab Pena melihat apa yang diintipnya sekarang. Gedung para wakil. Sedangkan, Amplop tengah berpikir keras menghitung perbandingan harganya dengan harga Mister Pen ini.
           “Boleh tanya lagi Mister Pen?” Amplop mengawali obrolan dalam saku yang masih goyang-goyang. Sepertinya pejabat ini berjalan terburu-buru sehingga langkahnya agak kurang berirama.
           “Yes..,“ Pena mengangguk.
           “Apa yang membuat anda bernilai dan berharga tinggi?”
           “Ow..Super Question!!” Pena sedang mengencangkan sabuk pengaman yang dikaitkan keluar saku merespon pertanyaan Amplop dengan semringah.
           “Thank you,” balas Amplop.
           “Pertama, Aku made in Swiss. Jadi, kualitas terjamin dan bikin gengsi tinggi. Kedua, Aku terbuat dari bahan pilihan yaitu perak asli dan diatas kepalaku ada benjolan biru berkilau alias  safir. Dan Ketiga, di dekat mata pena atau tempat jempol dan telunjuk menempel pada gagang ada ukiran indah bermotif dragon.
            “Wiiii..Keren!”
            Pena mengangguk sambil memejamkan mata dan tersenyum pongah.
Kantong Amplop yang gemuk bergerak-gerak bikin Amplop mengencangkan penutupnya. Pena yang melihatnya jadi penasaran.
            “Apa yang kamu bawa Envelope?”
            “Oh.. Ini,” Amplop menunjuk bagian gemuk sambil menepuknya. “Di dalamnya ada sepuluh lembar uang berwarna merah.”
            “Boleh Aku lihat?”
            “Wah, sudah di kunci. Gimana dong?”
            “Come on.. nanti you kunci lagi aja,” Pena memelas.
            “Baiklah.. Sebentar ya,” Amplop mengkendorkan perekat kantong lalu perlahan membukanya. Saat itu pula badai yang menerpa saku sudah reda.
             Ketika Amplop tengah sibuk membuka kantongnya. Pena memandang wajah majikannya. Terlihat mulut majikan komat-kamit membuat kumis di balkon atas bibirnya berayun-ayun. Kayaknya ada lawan bicara disana.
             Pena kembali pada Amplop. Kantongnya telah terbuka. Terlihat rombongan uang seratus ribu di dalamnya.  Mereka sedang tertidur karena memang belum saat bangun untuk beroperasi.
            “Whooooah,” Uang paling depan manguap tanda pemanasan bangun tidur. “Uwis nyampe to?”  matanya menyipit silau oleh sinar dari luar saku.
            “Belum mas,” balas Amplop.
            “Aya naon coy? Ekhhem.. ekheem..” Uang di baris kedua bangun dan suaranya agak serak. Dia Uang berlogat Sunda.
            “Ini ada yang mau kenalan. Mister Pen” Amplop menjelaskan dengan tenang agar yang lain tidak bangun.
            Dua lembar Uang bangun menyambut. Uang logat Jawa dan uang logat Sunda. Yang lain masih tidur di belakang.
           “Beta bukan Tuhan! bukan! bukan!” Uang logat Ambon mengigau dengan setengah berteriak. Kontan yang terjaga meliriknya dan tersenyum.
           “Sorry brother.. ngganggu tidurnya,” suara Pena untuk dua Uang yang sudah bangun.
           “Nggak apa-apa coy,” Uang logat sunda menyahut sambil membuat suara dengan peregangan tulangnya.
           “Ono opo ya?” tanya Uang logat Jawa.
           “Actually.. Aku cuma ingin tahu apa yang dibawa Amplop,” Pena menerangkan sambil nyender santai. “Tapi, karena you berdua bangun. Bolehlah tanya-tanya ya,” Pena menaik-turunkan alisnya.
           “Oh.. mangga kang. dengan senang hati,” balas Uang logat Sunda. Tangannya mempersilahkan.
           “Oke..saya Pena. Saya cuma pengen tanya. Dari mana dan mau kemana rombongan Uang ini?”
           “Beta bukan segalanya!! bukan! bukan!” kembali Uang logat Ambon mengigau. Kepalanya mengeleng-geleng tapi matanya masih tertutup. Teriaknya bikin kaget lagi yang terjaga.
           “Woi berisik woi” teriak Uang logat Jawa.
           Amplop langsung menyimpan telunjuk di mulutnya memberi tanda pada Uang logat Jawa agar diam juga.
           “Kami teh sebelumnya tidak saling kenal. Lalu kenalan aja. Kami ada dari Betawi, Sunda, Jawa, Batak, Ambon, Padang, Papua, Bugis, Bali, dan Madura” jawab Uang logat Sunda sambil melirik teman-temannya yang tidur.
           “Betul mas, Kami semua adalah perwakilan tiap daerah yang bertujuan untuk membangun negara tercinta ini. Iya to!” Uang logat Jawa menambahkan.
           “Sae pisan coy,” Uang logat Sunda mengangguk.
           “Oooh. So kalian ini dari rakyat. Seperti uang pajak untuk pembangunan negeri ya?” Pena mengira-ngira.
           “Tah eta salah satunya. Sae pisan coy,” Uang logat Sunda mengacungkan jempol tanda setuju atas pernyataan Pena.
           Uang logat Jawa mengangguk saja. Amplop masih mencerna obrolan mereka.
          “Tapi, sekarang kami tidak tahu mau dibawa kemana?” Amplop ikut bagian.
          “Benar..Sae pisan coy,” Uang logat Sunda lagi.
          “You semua juga akan tahu. Mau diapakan sebentar lagi,” ujar pena sambil tersenyum.
          “Sampean tahu sesuatu ya!” suara Uang logat Madura dibelakang. “Yo ayo kasih tahu kami,” mata Uang logat Madura agak melotot pada Pena.
           Semua yang tidak tidur di saku langsung melirik ke belakang. Uang logat Madura sepertinya sudah mengikuti obrolan sedari tadi.
           “Only prediksi,” jawab Pena. 
           “Prediksi apa mas?” Uang logat Jawa penasaran.
           Belum Pena menjelaskan tangan kanan raksasa meraihnya. Pena yang terangkat dari saku melambai sambil tersenyum aneh. Nanti kuberi tahu lebih jelasnya brother begitu kata pena sebelum terseret tangan dan lenyap dari pandangan dalam saku. Amplop dan Uang yang tadi melihat Pena sambil menerka-nerka apa yang akan terjadi pada mereka dan apa yang akan diberitahukannya.
           Beberapa uang hendak mengintip keluar saku. Namun, tak satu pun sanggup karena jarak yang tinggi dan mereka dilipat dengan badan sebagian di dalam Amplop.
           “Itu dia mang Pepen coy!” canda Uang logat Sunda sambil menunjuk ke atas bahwa Pena perak mahal sudah kembali.
           Tangan raksasa masih membetulkan posisi Pena agar nyaman di Saku. Penghuni dalam saku melihat gerak-gerik tangan. Setelahnya tangan raksasa mengaduk-aduk saku mencoba meraih Amplop di dalam. Kontan Amplop sangat kaget dan langsung beres-beres agar Uang kembali dalam keadaan rapih. Penutup Amplop tidak keburu menempel lagi.
           Saat itu Pena berkata pada Amplop dan Uang yang sudah bangun semua dan  hanya terlihat kepalanya saja karena penutup tidak direkatkan. “Kalian adalah uang muka sogokan untuk tamu majikanku,” pelan Pena menerangkan kepada mereka yang sudah setengah terangkat dari saku.
          “Borokokok maneh!!” Uang logat Sunda mengumpat pada Pena.
          “Apa kata dunia? Kita uang sogokan. Mati kita dimakan tikus!” seru Uang logat Batak sambil memegang kepala.
           Uang-uang lainnya terlihat murung dan matanya berkaca-kaca. Ada juga yang masih melepaskan sumpah serapah karena perkataan gerah. Kalimat yang diucapkan Pena tadi telah membacok mulianya tujuan Uang-uang itu.
           Amplop menutup matanya. Dalam hatinya dia berkata, begini nasib Amplop yang cuma sekali pakai. Amplop bersedih, dalam kerja pertama dan terakhirnya itu dia gagal menjadi  pelayan jasa untuk hal baik dan bermanfaat.
           Mereka lenyap dari saku itu.
                                                                                                   ***

Uwis nyampe to = Sudah sampai ya
Aya naon = Ada apa
Sae Pisan = Bagus sekali

(Kun Ken, ketika April baru estafetkan waktu pada Mei dan langit senja Sumedang selalu bermake-up tebal warna abu-abu).


Alhamdulillah Cerpen ini adalah pemenang pertama Lomba Cerpen  tema "Indonesia Indah tanpa Korupsi" yang diselenggarakan oleh BREAK (Barisan Remaja Anti Korupsi) dan BEM KM IPB (divisi Kementrian Kebijakan Nasional).

Semoga mendapat manfaat...wallahu'alam.

1 komentar:

DUA DEKADE (Doc #002)

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 0 Comments


Semoga yang digambarnya suka ya..hehe (pesenan nih)
Tools : A3 Paper, Pencil (HB,2B,4B,BB), Eraser, Blender
No Scan, Pic with camera Hp (VGA)

0 komentar:

MR BEAN KEPLEK-KEPLEK (Doc #001)

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 2 Comments


Karikatur Mr Bean (latihan ini mah).
Tools : Pencil (HB, 2B, 4B, 8B) Eraser, Blender, Paper A3
Dari photo olah digitalnya "Chair" (DeviantART) saya olah ke sketch pencil
No Scan, Pic dari camera  Hp

2 komentar:

Trik Searching Efektif File Apapun di Google (Tanpa Ribet)

Rabu, Januari 11, 2012 Kun Ken 0 Comments


“Ya elah..Susah banget cari software ini..dah selancar kemana-mana malah banyaknya situs iklan doang.”
“Duh…kok gak ada ya lagu ini, download dimana ya???”
“Ya dapet sih … cuma ini uploader downloadnya lambat brow “

Pernah kita mengeluh seperti kata-kata diatas? ketika mencari file apapun seperti musik, software, ebook, game, wallpaper, video, dan lain sebagainya. tapi, kagak dapet-dapet alias susah, belum lagi menyita waktu….kan, waktu itu uang, terlebih lagi ada yang mengatakan waktu itu kebaikan…
Seperti kata orang bijak, “SUSAH ITU BUKAN BERARTI MUSTAHIL”. Dalam hal ini, saya sekedar berbagi mengenai trik mencari file yang efektif (disertai penjelasan kelebihan dan kekurangannya) agar kita semua mendapatkan kemudahan dalam mencari file yang diinginkan. lalu, berteriak ” YEAH!! ada filenya!!” (menemukan file yang susah dicari)

Trik ini saya temukan sendiri ketika lagi iseng oprak-oprek mbah google. (mungkin.. sudah ada yang tahu trik sejenis ini yang sama tukang ngoprek juga hehehe)

Tujuan Trik ini adalah agar kita tidak ribet ketika mencari file atau tanpa harus masuk blognya/ websitenya  dulu. kita hanya membutuhkan site uploader dan kata kuncinya (nama file yang akan dicari)..
Kita yang sering melakukan unduh tentu tahu situs uploader ada yang cukup memuaskan (cepat dan nggak ribet) seperti Mediafire, Indowebster (lokal),  ada juga yang standar lah seperti ziddu, mengaupload, rapidshare, letitbit, uploading, 4shared, maknyos, dan lainnya…

so…
Ketik/copy tulisan ini (bawah) dikotak mbah google..
site:www.mediaifre.com Mother Saemo
Jadi, tulis oleh anda Site:(Situs Uploadernya)spasi(lalu ketik apa yang mau didownload/kata kuncinya)–contoh diatas adalah saya mencari lagu Mother dari Saemo di situs uploader mediafire
Lalu, perhatikan apa yang terjadi..hehe
Jika pencarian tidak ditemukan, anda tinggal mengganti situs uploadernya saja…mungkin di 4shared atau lainnya ada…atau juga utak-atik kata kuncinya seperti menambahkan formatnya (mp3, rar, pdf, avi, wmv, flv, dll)

Kesimpulan:
Dalam trik ini terdapat kelebihan dan kekurangannya. kelebihannya adalah kita menjadi lebih cepat mendapatkan file yang kita cari (file download) tanpa masuk blog atau web tertentu. dan kekuranganya adalah kadang kita mendownload file (yang kita dapatkan) berformat rar atau zip ada yang berpassword ( ya.. semoga aja file rar/zip yang kita download tidak berpassword. karena passwordnya ada di blog/web yang menginformasikan file tersebut)
Sekian dulu…mudah-mudahan bermanfaat..dan selamat mencari….kabari jika menemukan yang dicari ya.hehehe

Sumber : http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/12/22/trik-searching-efektif-file-apapun-di-google-tanpa-ribet/   
(reformasi blog, setelah tersedot ke kompasiana dan fb)

0 komentar: