Surat Cinta 11 Januari 2012

Kamis, Januari 12, 2012 Kun Ken 2 Comments


           Untuk sahabat maupun kerabat. Tumpahlah  terima kasih  atas doa seindah cendrawasih. Doa atas kebaikanku di tanggal spesial. Tanggal pertama aku menangis tanpa air mata dan menghirup nafas bersama orang-orang tercinta.
           Sebelas Januari, bagi penyuka musik mungkin akan berasosiasi dengan sebuah judul lagu, bagi ahli kesehatan mungkin akan mengasosiasikan  dengan hari pertama penggunaan insulin untuk diabetes, Atau bagi pemerhati budaya jepang akan berasosiasi dengan Kagami-Biraki (Festival Kue Beras). bagiku tanggal ini begitu penting. selain sebagai tanggal yang tertanda di akta kelahiran juga sebagai hari ibu dan bapak.
           Biasanya di tanggal ini, aku menghubungi ibu (jika jauh dari rumah), sekedar "memasukan" beberapa kata ke telinganya. tentang keadaan keluarga, permohonan maaf atas kelakuan yang tak kunjung membaik, dan ucapan terima kasih atas sandaran yang tak pernah goyah. tapi tidak untuk ini, karena tidak bisa.
           Begitu banyak cara ibu membuat anaknya nyaman dan bahagia. saat sibuk mengolah nasi (ngakeul) dengan tangannya, masih sempatnya ibu membuatkan nasi kepal (keupeul) untuk anaknya. hingga jadilah kebiasaan saat nasi matang dan siap diakeul adalah saat menyantap nasi kepal seperti Onigiri hanya saja isinya garam. sungguh aku rindu masa-masa itu. Entah masih ada tidak kebiasaan nasi kepal itu. Maklum, rice cooker telah menggeser gaya tradisional membuat nasi. Gaya yang kadang-kadang melibatkan kasih ibu dan anak dalam prosesnya—mulai dari pencarian gabah dan batu kecil dalam beras, menyalakan perapian sampai pendinginan yang khas.
           Hebat ya ibu, saat proses memasak sempat-sempatnya bershalawat dan dzikir (bagaimana tidak berkah setiap nasi dan lauknya berkolaborasi dengan doa kebaikan), begitu juga saat mengurut kaki yang bodoh bermain bola pun sempat berkomat-kamit berdoa, sempat juga melantunkan jampe-jampe untuk memandikanku saat bayi yang sampai saat ini masih saja ingat.. 

Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Geura gede geura jangkung
Geura sakola ka Bandung
Geura makayakeun indung
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Geura gede geura jangkung
Geura bisa talang tulung
Ka bapa reujeung ka indung
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Geura gede geura jangkung
Geura sakola sing jucung
Manggih kapusing tong bingung

Artinya

Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Cepat besar cepat tinggi
Agar dapat bersekolah di Bandung
Agar dapat berterimakasih kepada ibu
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Cepat besar cepat tinggi
Agar cepat dapat menolong
Kepada bapak dan ibu
Néléngnéngkung- néléngnéngkung
Cepat besar cepat tinggi
Cepat sekolah hingga selesai
Mendapat masalah jangan bingung


          Rindu ya masa-masa itu, sampai-sampai  kawih diatas aku plesetkan menjadi sebagai berikut.

Geura Gede, Geura bangor
Geura sakola ka Jatinangor

          Urusan sempat-menyempatkan, di akhir nafasnya masih saja ibuku hebat sampai malu dan sedih aku dibuatnya. Ya,, ibu masih sempat menahan rasa sakitnya yang sangat (entah seperti apa kangker yang menggerogotinya itu) hanya untuk menunggu anak terakhirnya melihat ibunya masih keadaan bernafas walau tak sadar dan tak bisa melihat. Langsung dari Jatinangor ke Jakarta tanpa banyak basa-basi aku menjenguk ibu, maklum aku punya track record jelek sebalumnya ketika menjenguk ibu…
            Sebelumnya memang aku dikecam oleh kakakku, atas keterlambatan berkumpul dengan keluarga di rumah sakit bandung. Alasan apapun sepertinya percuma, sidang praktikum yang terlalu sore, dan urusan lain hingga aku baru bisa berangkat jam 10 malam menggunakan sepeda Jatinangor-Bandung—perjalanan yang gila …ya kiranya engkau tahu cerita ini pernah ditulis di catatan fb yang sudah ku hapus..pokoknya kesal, sedih, malu bercampur.
             Kembali ke rumah sakit yang di Jakarta, saya datang dan menjengkuk (ruangan tertutup hanya ada pasien-pasien—mungkin HSU)  hanya sebentar bahkan untuk berdoa dihadapannya pun tak sempat (petugas mengusir). Pertemuan yang sebentar ya, mungkin waktu itu ibu tahu saya sudah datang dan merasakan anaknya baik-baik saja. itulah menit-menit  terakhir ibu terjaga nafasnya yang tiada lain menunggu anak terakhir yang datang terakhir. Heninglah jumat pagi  6 November 2010…
             Banyak hal yang lucu,konyol dan menyenangkan saat bersama ibu. Yang paling konyol adalah ketika perpisahan SMA  di Gedung Sigrong, saking senangnya aku lulus aku meninggalkan ibu disana dan baru ingat setelah sore hari sampai dirumah. Dan ibu sudah disana….
             Di tanggal ini pula aku mohon maaf kepada bapak karena sampai saat ini masih saja menyusahkannya seperti ketika kecil. Bapak bersusah payah memenuhi hak kita supaya bisa sama seperti anak yang lain. Mempunyai buku dan menulis disekolah, mendapat hak yang sama memiliki sepatu, tas, seragam untuk pergi kesekolah dan lainnya yang kadang entah mungkin uang untuk keperluanku bapak cari dengan pinjam sana sini mungkin. Intinya agar aku bahagia dan nyaman.
             Banyak hal yang aku renungkan dalam kehidupan bersama keluarga. salah satunya yaitu Jangan marah atau kesal ketika diingatkan/diajak ibadah atau kebaikan oleh orang lain, karena mungkin itu doa orang tua, sahabat, guru dan kerabat yang tercurah melalui media orang lain yang mengingatkanku. Doa ibu yang ingin anaknya sholeh, lalu “dikirimlah” saudara-saudara disekitar yang mengingatkan tentang sebab-sebab kesolehan..
             Sekali lagi terima kasih kepada Ibu, Bapak, Kakak-kakakku beserta keluarga yang telah menyokong sampai saat ini. Begitu jega teman-teman yang tidak pernah merasa bosan mengingatkan walau itu hanya berupa emoticon senyuman…emoga Allah SWT memberkati usia kita semua…amiin


            Anyone can make you smile or cry, but it takes someone special to make you smile when you already have tears in your eyes.
            Siapa pun bisa membuat kita tersenyum atau menitikkan air mata, tapi hanya orang yg sangat berarti yg bisa membuat kita kita tersenyum sambil menitikkan air mata.

(Kun Ken 110112, Dengan atau tanpa orang yang kita cintai, hidup mesti tetap dijalani.)
*sumber gambar : Flickr

2 komentar:

  1. tertegun setelah membacanya.

    BalasHapus
  2. nu sami sono ka nu tos ngantun. . . .allahummaghfir laha, warhamha, wa 'aafiga wa'fu 'anha , . . .amin

    BalasHapus